Mengenal Religi Suku Minahasa

http://www.arytasman.com Sebelum kita membahas tentang religi suku–suku di Indonesia, ada baiknya kita membicarakan sedikit tentang religi suku Minahasa.

Kata yang dipakai untuk dewa oleh suku ini adalah Empung, yang semula berarti nenek. Menurut cerita mitenya, pada mula pertama Empung Lumimuut adalah seorang Dewi. Ada mite yang mengatakan bahwa ia tercipta dari bumi, tetapi ada mite yang mengatakan bahwa ia tercipta dari batu besar.

Sang Dewi yang kesepian ini kemudian dibuahi oleh angin dari barat, sehingga ia melahirkan seorang anak, yaitu Dewa Matahari, yang disebut Toar. kedua orang ini mengembara sendiri-sendiri. Pada suatu hari, mereka bertemu tanpa saling mengenal. Toar kawin dengan ibunya sendiri. Dari perkawinan ini lahir para Dewata dan umat Manusia.

Menurut cerita yang lain, Lumimuut memukul sebuah batu hingga pecah. Dari batu ini lahirlah seorang imam perempuan, Kareima. Imam inilah yang menyebabkan Lumimuut dibuahi oleh angin dari barat. Kemudian Lumimuut kawin dengan anaknya sendiri, Toar.

Mula-mula Lumimuut melahirkan sekelompok anak yang terdiri dari 2 x 9 orang, kemudian ia melahirkan kelompok anak yang terdiri dari 3 x 7 orang, dan akhirnya dia melahirkan sekelompok anak yang terdiri dari tiga orang anak. Salah seorang dari tiga orang yang terakhir ini menjadi imam dialam atas (langit), sedangkan dua orang lainnya menjadi bapa-asal manusia.

Ketika manusia berkembang biak, Lumimuut mendirikan empat rumah korban bagi para manusia dengan membagi Minahasa menjadi empat penjuru, sesuai dengan empat rumah korban tadi

Mite penjadian di Minahasa ini mengingatkan kita kembali pada mite penjadian di Flores Barat, di tengah-tengah suku Riung, yaitu mite Te’ze dan Lena.