Karakteristik pertumbuhan Populasi Sejarah Orang Sunda

 Populasi sejarah orang SundaPertumbuhan populasi di antara orang Sunda mungkin merupakan faktor non-religius yang paling penting di dalam sejarah suku Sunda. Orang Sunda hanya memiliki sedikit karakteristik dalam sejarah mereka sendiri. Memahami orang Sunda pada zaman ini merupakan tantangan yang besar bagi sejarawan, antropolog, dan sarjana-sarjana agama. Salah satu aspek yang sangat penting dalam agama-agama orang Sunda adalah dominasi kepercayaan-kepercayaan pra-Islam.

Secara berangsur-angsur budaya suku sunda di pengaruhi oleh budaya luar  yang telah menjadi ahli waris hasil budaya asosiasi hasil didikan sistem barat. Akhirnya orang sunda   diperintah oleh pribumi yang telah ber-asosiasi dengan kebudayaan Eropa.ini mengawali 3oo tahun eksploitasi belanda di Jawa barat yang hanya berakhir pada saat perang dunia II. karena  Pada 1641, mereka mengambil alih Malaka dari Portugis dan memegang kontrol atas jalur-jalur laut.

Menjelang akhir abad, Islam diakui sebagai agama resmi masyarakat Sunda. Kepercayaan-kepercayaan yang kuat terhadap banyak jenis roh dianggap sebagai bagian dari Islam. Di antaranya, ia memberikan contoh orang Jawa sebagai satu kelompok orang yang memiliki identitas jelas, bertolak belakang dengan orang-orang Sunda yang kurang dalam hal ini.