Adat dan Budaya Asli di Teluk Yotefa

http://www.arytasman.comSebuah Teluk dengan Panorama Alam yang sangat indah. Disekitar Teluk ini terdapat 3 buah Kampung, yakni Enggros, Tobati, dan Nafri yang hingga kini masyarakatnya masih tetap mempertahankan Adat dan Budaya Asli Daerahnya.

Disini anda dapat meneliti berbagai macam Tradisi seperti Pengukuhan Kepala Kampung, Rumah Panggung, Perahu Dayung, serta Tari-Tarian Tradisional.

Teluk ini mempunyai arti khusus dalam Perang Dunia II, baik segi Tentara Jepang maupun Tentara Sekutu dan Amerika Serikat, karena Letak Teluk ini sangat strategis.

Pada tanggal 19 april 1942 Bala Tentara Jepang masuk Diteluk Yotefa dan  mendarat di PIM dan Abe Pantai. Dengan diyakininya, Letak Hollanda sangat strategis, maka Jepang melabuhkan dua Kapal Perang beserta Marinirnya diteluk Yotefa pada tanggal 6 mei 1942.

Diteluk ini masih terdapat peninggalan sejarah Perang Dunia II berupa Bangkai-Bangkai Kapal Jepang maupun Sekutu yang tenggelam, sedang di Abe Pantai dibangun sebuah Tugu Peringatan Pendaratan Tentara Jepang.

Ternyata Teluk yang terlindungi ini menjadikan Hollandia sebagai tumpuan Pertahanan Jepang. Begitu pula Perbekalan yang dimiliki Jepang di Hollandia diakui Sekutu sebagai satu-satunya Pusat Perbekalan yang terbesar dan terkuat oleh Bala Tentara Jepang di Seluruh Wilayah Pasifik.

Catatan

  1. Terletak di Jayapura
  2. Jarak tempuh dari Pusat Kota kurang dari 30 menit, bisa menggunakan Kendaraan Roda 2 atau 4.