Kegunaan Minyak Kasuari

Setelah menyusuri dari berbagai sumber, kami tidak mendapatkan manfaat atau kegunaan lain dari minyak kasuari ini selain untuk masalah kejantanan pria. Masih banyak orang yang menggunakan cara suntik minyak untuk masalah kejantanan. Padahal melakukan cara seperti ini menimbulkan masalah lain untuk alat vital pria.

kegunaan-minyak-kasuariSalah satu acara konferensi internasional tahun lalu, yang digelar oleh para ahli urologi sedunia atau Societe Internationale d’Urologie (SIU) di Melbourne, Indonesia mendapat banyak pengakuan. Dua di antaranya adalah kasus memperbesar alat kelamin pria dengan suntikan berbahaya dan penggunaan teknologi yang dianggap terjangkau dalam menangani kasus yang berkaitan dengan saluran kemih.

Cukup banyak pria di Indonesia yang menginginkan ukuran kelaminnya lebih besar, tetapi banyak pula di antara mereka yang melakukannya tanpa pertimbangan medis. Kasus paraffinoma, atau memperbesar penis dengan suntikan, termasuk yang banyak ditemukan di Indonesia.

Kurang lebih dari 209 kasus mengenai paraffinoma pasien. Kebanyakan dari mereka menyuntik penisnya dengan minyak, bisa minyak rambut ataupun minyak kasuari. Hal ini dingkapkan oleh dokter spesialis seksualitas Dokter Boyke ahli urologi dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Boyke memaparkan laporan tersebut dalam acara kongres ahli urologi sedunia yang diadakan di Melbourne, tahun lalu.

“Kasus ini menjadi unik di Asia, dan yang terbanyak memang terjadi di wilayah timur Indonesia. Beberapa laporan juga ditemukan di negara Asia Tenggara lainnya dan kawasan Timur Tengah,” ujarnya.

Menurut dr Boyke, malpraktek dengan menyuntikkan benda asing ke alat kelamin pria tersebut menimbulkan komplikasi kulit penis yang mengeras dan tidak bisa berhubungan seks karena nyeri yang dirasakan. Selain itu, setelah melakukan penyuntikan, alat kelamin akan mengalami reaksi peradangan.

Hal itu yang membuat kulit penis mengeras. Tidak selamanya menyenangkan.“Pada beberapa kasus malah bisa menimbulkan kanker,” sebutnya.

Boyke mengaku, setidaknya ia menangani satu kasus paraffinoma setiap minggunya, meski ia berpendapat bahwa jumlah kasus tersebut menurun.