Benteng Fort De Kock Saksi Bisu Perang Paderi di Bukittinggi

http://www.arytasman.comBenteng ini didirikan oleh kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Markus De Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jendral Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama benteng Fort De Kock.

Benteng yang terletak di atas bukit Jirek ini digunakan oleh tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran Rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837.

Disekitar benteng masih terdapat meriam-meriam kuno periode abad ke-19. Hingga saat ini, benteng Fort De Kock masih ada sebagai bangunan bercat putih-hijau setinggi 20 m.

Benteng Fort De Kock dilengkapi dengan meriam kecil di keempat sudutnya. Kawasan sekitar benteng sudah dipugar oleh Pemerintah Daerah menjadi sebuah taman dengan banyak pepohonan rindang dan mainan anak-anak. Dari lokasi wisata ini kita dapat menikmati kota Bukittinggi dan daerah sekitarnya.

Benteng ini dibangun di puncak didalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya.

Data

1. Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Markus De Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jendral Hindia Belanda

2. Disekitar benteng masih terdapat meriam-meriam kuno periode abad ke-19.

3. Dari lokasi wisata ini kita dapat menikmati kota Bukittinggi dan daerah sekitarnya.

Lokasi

Bukittinggi

Akses

Kawasan ini hanya terletak 1 km dari pusat kota Bukittinggi di kawasan Jam Gadang, tepatnya diterusan jalan Tuanku Nan Renceh. Bisa menggunakan angkutan umum atau pribadi.