Sejarah Wisata Bantimurung

Wisata Bantimurung di kenal sejak zaman kerajaan -kerajaan yang memerintah pada masa kejayaan Sultan Hazanuddin.Di mana pada masa ini,kerajaan-kerajaan yang ada di Makassar masih berebut kekuasaan untuk memperluas daerahnya  masing-masing.Bantimurung sering di istilahkan sebagai tempat membanting kemurungan.Masyarakat yang mendiami lokasi bantimurung sangat percaya adanya perubahan hidup,jika sesering mungkin dapat bersemedi di areal wisata ini.Hanya di karenakan waktu itu , masih adanya Gerombolan-gerombolan yang berbuat keji atau anarkis jika,kebetulan berpapasan saat hendak menuju ke tempat wisata ini.Wisata Bantimurung terletak di Kabupaten Maros (Sekitar 41 Kilo Meter dari Kota Makassar Sulawesi Selatan).pada tahun 1980 lokasi wisata ini baru di kunjungi banyak orang.Karena sudah mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang paham betul tentang sejarah wisata ini.Karena mengingat sejarah, yang konon masih banyak menyimpan rahasia-rahasia,para Pawang menggelar upacara adat ,agar nantinya bila di gunakan untuk kepentingan umum, tidak menimbulkan sesuatu yang kita tidak harapkan.Sejarah yang lain dari Wisata Bantimurung yaitu adanya kupu-kupu Raksasa ,yang pada masa itu di yakini sebagaqi Dewa keselamatan,dan sangat di percaya oleh kaum Muda-mudi jika sedang memadu kasih ,di berikan kebahagiaan dalam melangsungkan  pernikahan selanjutnya.Yang jelas suasana menarik itu saat ini sudah sulit ditemukan lagi. Kupu-kupu itu berangsur menghilang, dan yang tinggal hanyalah sebuah Museum Kupu-kupu yang terletak di kawasan Taman Wisata Bantimurung dengan ribuan koleksi Kupu-kupu yang telah diawetkan, dan puluhan anak-anak menawarkan jualan koleksi serangga yang telah diawetkan dengan Formalin.