Hewan Nocturnal Kukang Jawa

http://www.arytasman.comPenyebaran

Penyebaran Kukang Jawa atau Malu-Malu ini hanya terbatas di Pulau Jawa bagian Barat, khususnya di dalam Kawasan Hutan Lindung dan Konservasi, seperti Taman Nasional atau Cagar Alam.

Pertelaan

Panjang Tubuh Jantan dan Betina dari kepala hingga pangkal ekor sekita 280-320 mm, ekornya pendek dan melingkar, panjangnya hanya sekitar 10-20 mm.

Berat tubuh Kukang Jantan Dewasa hampir satu setengah kali dari Berat Betina dewasa. Berat Tubuh Betina Dewasa lebih kurang 575 gram dan jantan sekitar 750 gram.

Rambut yang tumbuh disekujur tubuh sangat lebat dan halus. Warna rambut kelabu keputih-putihan. Pada punggung terdapat garis cokelat melintang dari bagian Belakang Tubuh hingga Dahi.

Rambut sekitar telinga berwarna cokelat, serta di sekitar mata juga berwarna cokelat membentuk bulatan, sehingga menyerupai kacamata.

Habitat

Hutan primer dan sekunder, hutan bamu, hutan bakau. Kadang-kadang mereka juga ditemukan di daerah perkebunan,terutama perkebunan cokelat.

Makanan

Hampir separuh hidupnya, Kukang memakan buah-buahan (50%), 30% memakanan makanan dari Binatang Kecil seperti Serangga, Telur Burung, Kadal dsb. Selebihnya memakan berbagai bagian tumbuhan lain seperti biji-bijian termasuk biji coklat.

Pada saat berburu mangsa, biasanya kukang diam mengendap-endap dan berjalan hati-hati serta lamban. setelah mendekati mangsanya, kukang ini dengan cepat menangkap mangsanya. Berbeda bila memakan buah atau biji, kaki depan seperti berfungsi menjadi tangan.

Perilaku

Pengetahuan kehidupan sosial kukang sangat sedikit sekali, dijumpai oleh beberapa peneliti hidup sendiri atau dengan pasangan (monogamous)dan juga anak-anak. perilaku sosial lain primata ini belum banyak diketahui.

Aktivitas Harian

Pergerakannya merangkak dan menggunakan keempat anggota tubuhnya (quadropedal) pada dahan, dan biasanya juga menggantung bila akan mencapai dahan didepannya.

Kukang, merupakan primata yang mempunyai pergerakan sangat lamban. Hidup dipohon (arboreal), bergerak dari dahan kedahan dan jarang sekali turun ketanah.

Otot tangan sangat kuat, berfungsi untuk mengayuh dahan atau ranting pohon dalam pergerakan. Kukang jantan memberikan atau menandai dengan air kencingnya pada pohon yang dilalui untuk daerah teritorialnya.

Aktif dimalam hari (nocturnal), siang hari tidur pada percabangan pohon, atau kadang-kadang dirumpun bambu, dan tidak membuat sarang. tidur dengan melingkar, kepalanya tersembunyi diantara kedua kakinya.

Suara

Kukang kadang-kadang mengeluarkan suara desisan (mendesis)bila merasa terganggu. Suara panggilan juga kadang-kadang keluar saat terjadi sesuatu.

Pada saat estrous tiba, betina mengeluarkan lengkingan yang cukup keras. Bayi kukang sering mendesisi perlahan seperti akan menyusui, dan aktifitas lainnya.

Catatan:

Kukang Jawa

Javan Slow Loris

Nycticebus Javanicus

Malu-Malu