Keraton Kasepuhan Cirebon Sumber Inspirasi Religi

http://www.arytasman.comKeraton Kesepuhan adalah Keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut Arsitektur Keraton ini pun terkenal paling bersejarah.

Tidak heran kalau jejak Perdagangan dan Percampuran Budaya banyak mempengaruhi tampilan desain dari Cirebon. Keraton Kasepuhan memiliki akar Sejarah panjang sebagai Pusat Pemerintahan sekaligus sebagai pusat Penyebaran Islam di Jawa Barat.

Keraton Kesepuhan dahulu bernama Keraton Pakungwati I. Adapun sebutan Pakungwati berasal dari nama Dewi Pakungwati Binti Pangeran Cakrabuwana yang Menikah dengan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Putri Cantik yang bertubuh kokoh serta dapat mendampingi suami dengan baik termasuk dalam bidang Islamiyah. Pertama kali didirikan oleh Pangeran Cakrabuwana dengan nama Keraton Pakungwati, kemudian diperluas dan diperbaharui oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1483 M.

Saat ini Keraton Kasepuhan dipimpin oleh Sultan Sepuh XIII H Maulana Pakuningrat. Keberadaan Keraton Kasepuhan saat ini masih diakui sebagai sumber Inspirasi para Budayawan, Pelajar, Mahasiswa, dan Ahli Sejarah di Jawa Barat. Pada 1967 Keraton Pakungwati disebut Keraton Kasepuhan dan Sultannya bergelar Sultan Sepuh.

Untuk menjaga dan melindungi Keaslian Keraton, terutama melindungi dan melestarikan benda-benda Peninggalan Keraton, maka pada tahun 1988 Keraton Kasepuhan juga difungsikan sebagai Museum yang dapat dikunjungi Masyarakat. Bahkan, potensi Wisatanya pun masih mengakar dengan terjaganya berbagai Peninggalan Leluhur Pemuka Islam di Jawa Barat.