Yang Menarik untuk Dikunjungi di Bangka Belitung dan Sumatera Selatan

Perang Ketupat

Perang Ketupat merupakan sebuah Festival untuk merayakan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram yang biasanya diselenggarakan di Pantai Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Wisata Alam Kabupaten Bangka dan Bangka Barat

Kabupaten Bangka berada di Pulau Bangka. Obyek Wisata Alam yang menarik disini terdiri dari Pantai-Pantai yang indah dan Berpasir Putih, seperti Pantai Air Anyer, Pantai Remodong, Pantai Teluk Uber, Pantai Batu Bedaun, dan Pantai Penyusuk.

Dikecamatan Jabus, Kabupaten Bangka Barat juga terdapat Danau Sekar Biru yang unik karena warna birunya berbeda dibandingkan warna biru pada Danau-Danau lainnya.

Hal ini dimungkinkan karena Kandungan Mineral, Berasal dari Galian Timah, terdapat di Dasar Danau ini yang memantulkan Sinar Matahari.

Wisata Alam Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan

Kabupaten Bangka Tengah terdiri dari Pulau-Pulau Kecil yang menyimpan keunikan tersendiri untuk dinikmati. Pulau Bangka memiliki Pantai Dengan Pasir Putih yang Indah dan Burung-Burung yang menarik untuk diamati.

Terdapat Sumber Air Panas Nyelanding di Desa Nyelanding, Kecamatan Airgegas, Sumber Air Panas di Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Air Terjun Gunung Pading di Kecamatan Airgegas, Bukit Nenek di Kecamatan Simpang Rimba.

Wisata Alam Dikabupaten Belitung dan Belitung Timur

Terdapat Gunung Tajam, yang memiliki ketinggian 510 meter diatas permukaan laut. Gunung ini merupakan Gunung Tertinggi Dipulau Belitung.

Terdapat Gunung Bulong dan Danau Mempayak yang terletak di Kaki Gunung. Lokasi Danau ini cocok untuk Wisata Air, Memancing dan Berenang.

Peninggallan Bersejarah di Sumatera Selatan

Masjid Agung Palembang (Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II)

Masjid yang penuh dengan Nilai Sejarah ini Dibangun oleh Sultan Susuhunan Abdurahman pada tahun 1748. Nilai Sejarah Masjid ini adalah dulunya digunakan sebagai tempat Rakyat Sumatera Selatan berkumpul untuk mengadakan Perlawanan terhadap Penjajah Belanda.

Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak dibangun oleh Sultan Mahmud Bahauddin atas Prakarsa Sultan Mahmud Badaruddin I pada tahun 1780. Benteng ini merupakan Bangunan Keraton pada masa Kesultanan Palembang.