Wisata Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu

Sejarah

Wilayah Provinsi Bengkulu pada zaman dahulu terdiri dari Kerajaan-Kerajaan Kecil. Kemudian, pada tahun 1685, British East India Company yang berasal dari Inggris mendirikan Pusat Perdagangan Lada diwilayah Bengkulu.

Ketika pihak Belanda menaklukkan Pelabuhan Banten, Pihak Inggris terpaksa menyingkir dari Bengkulu. Oleh karena itu, sejak 1824, Bengkulu dikuasai oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Peninggalan Bersejarah di Bengkulu

Benteng Fort Marlborough

Benteng ini dibangun oleh Pemerintah Inggris pada tahun 1713-1719. Benteng yang berlokasi di Kota Bengkulu ini memiliki luas 31,5 hektar.

Rumah Pengasingan Bung Karno

Bung Karno pernah diasingkan oleh pihak Belanda ke Bengkulu pada tahun 1938. Di Bengkulu, Rumah Pengasingan Bung Karno berdekatan dengan Rumah Fatmawati.

Fatmawati akhirnya menjadi Istri Bung Karno yang juga melahirkan Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Suku Bangsa dan Rumah Adat

Suku-Suku yang mendiami Wilayah Provinsi Bengkulu antara lain Suku Rejang (Bengkulu Utara), Suku Serawi (Bengkulu Selatan), Suku Enggano (Pulau Enggano), umumnya adalah Bahasa Rejang dan Bahasa Melayu.Dibeberapa daerah ada yang menggunakan Bahasa Serawai dan Bahasa Enggano.

Rumah Adat Suku-Suku di Bengkulu antara lain Rumah Adat Melayu Bengkulu, berupa Rumah Panggung. fungsinya sebagai Penahan Banjir.

Selain itu terdapat Rumah Umeak Potong Jang, Rumah Tradisional Suku Rejang, Rumah Kubung Beranak bagi Bangsawan Suku Rejang Pesisir, Rumah Patah Sembilan, Rumah Tradisional bagi Masyarakat biasa Suku Rejang Pesisir.