Benteng Peninggalan Kolonial di Maluku

http://www.arytasman.comBenteng Oranye

Benteng Oranye merupakan salah satu peninggalan Kolonial Belanda yang sampai sekarang masih berdiri dan terletak di Pusat Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara.

Bangunan Benteng ini merupakan salah satu saksi kekuasaan Kolonial Belanda di wilayah Kepulauan Maluku dan Indonesia Timur.

Dibangun pada 1607 oleh Cornelis Matclief De Jonge (Belanda) dan diberi nama oleh Francois Witlentt pada tahun 1609.

Benteng Oranye ini semula berasal dari bekas sebuah Benteng Tua yang dibangun oleh bangsa Portugis dan dihuni oleh Orang Melayu sehingga diberi nama Benteng Melayu.

Dalam Benteng ini pernah menjadi Pusat Pemerintahan tertinggi Hindia Belanda (Gubernur Jendral) VOC Pieter Both, Herarld Reyist, Laurenz Reaal dan J.C Coum.

Dibenteng ini pula Sultan Mahmud Badarudin II (Sultan Palembang) diasingkan di Ternate pada tahun 1822 hingga meninggal dunia pada tahun 1852 dan makamnya terletak di Pekuburan Islam di sebelah Barat Kelurahan Kalumpang Ternate.

Letak Benteng ini berada Dipusat Kota dengan kondisi fisik masih utuh.

Catatan

  1. Terletak di kecamatan Kwandang
  2. Jaraknya sekitar 61 km dari Pusat Kota. Anda bisa menuju ke sana dengan Bus atau Mobil Pribadi.