Jasa Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

http://www.arytasman.comKawasan konservasi (termaksud di antaranya: Taman Nasional dan Hutan Lindung) di Indonesia belum banyak diungkap sebagai area yang dipandang mempunyai manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebab, umumnya kalangan awam menilai suatu Kawasan Konservasi hanyalah tutupan Hutan yang mempunyai makna Ekonomi jika kayu yang ada didalamnya bisa dijual atau dimanfaatkan untuk bangunan dan segala aspek yang mempunyai dampak langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Anggapan yang sama sering pula terjadi pada pengambil kebijakan di beberapa daerah yang menempatkan Potensi Sumber Daya Alam dan Hutan sebagai aset untuk memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal, Kawasan Konservasi mempunyai manfaat besar baik secara langsung maupun tidak langsung.

Primarck dkk (1998), menguraikan keuntungan yang diperoleh dari nilai tidak langsung sebuah Kawasan Konservasi, antara lain termasuk kualitas air, proteksi tanah, rekreasi, pendidikan, penelitian ilmiah, regulasi iklim, dan penyediaan pilihan masa depan bagi masyarakat.

Sekarang masyarakat perkotaan di Indonesia termasuk Jakarta secara sadar telah mulai kehilangan kepercayaan terhadap Kualitas Air Tanah yang diminumnya.

Oleh karena itu mereka harus mendatangkan air kemasan dari gunung sebagai sumber air minum, walaupun satu liter air kemasan itu harganya terkadang lebih mahal dari satu liter bensin.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, merupakan suatu Kawasan Konservasi seluas 22.000 ha terdapat dikawasan Jawa Barat, namun mempunyai dampak penting bagi kehidupan 8 juta penduduk di Jakarta.

Mengapa? Di gunung inilah berhulu beberapa sungai besar, Daerah Aliran Sungai Ciliwung (DAS) dan DAS Cisadane. Kawasan ini pula yang mendukung stok perairan yang ada di tiga kawasan administratif, yaitu Bogor, Sukabumi dan Cianjur.

Kalau mau berterus terang, sesungguhnya masyarakat Jakarta sangat tertolong dengan mendapatkan asupan pangan dan sayuran segar dari mulai Pasar Induk hingga Hipermarketnya, kebanyakan dari tiga kabupaten ini.

Bagaimanakah jika air dan Ekosistem Pertanian tidak mendukung di kawasan ini? Jawabnya pasti akan sangat merepotkan, harga tanaman pangan akan semakin mahal dan semuanya akan berdampak pada sektor Ekonomi Nasional.

Faktor yang sangat penting di samping Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai stok sumber daya Keanekaragaman Hayati adalah peran kawasan ini sebagai stok Sumberdaya Air.

Walaupun tidak mudah untuk menghitung berapa kapasitas air yang diperlukan oleh sawah, Perladangan dan Perkebunan serta Perumahan Penduduk yang ada di sekitar Taman Nasional tersebut.

Bukankah air merupakan sumber kehidupan? Bila air tidak ada, darimana Sawah dan Perkebunan di puncak yang menjadi supplier mayoritas Palawija dan Tanaman Pangan di Jakarta bisa berhasil dengan baik.

Professor otto soemarwoto menjelaskan, jika luas hutan berkurang, laju resapan air kedalam tanah menurun, laju aliran naik dan bahaya banjir semakin meningkat.